Perekonomian Indonesia cukup optimis


Majalah The Economist memberikan penilaian cukup optimis untuk perekonomian Indonesia. Berdasarkan data kuartalan kemunduran perekonomian Indonesia akibat global crisis jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Negara- Negara di Asia Tenggara. Pada tahun 2008 pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan melebihi 6%. Defisit anggaran tahun 2008 sebesar 0,1% dari PDB dan pemerintah telah mengkhususkan $ 3,5 miliar untuk “tax breaks”  dan proyek infrastruktur.

Pada akhir 2008 nilai tukar rupiah terdepresiasi seperlimanya terhadap US dollar, namun telah stabil. Cost of insuring obligasi pemerintah Indonesia untuk kemungkinan default telah menurun tajam. Inflasi, masih berjalan di tingkat tahunan 11%, dan mengalami penurunan. The bank sentral telah memotong suku bunga 1,5 % sehingga menjadi 8,75%. Sebagian besar bank-bank dalam kondisi sehat. Sektor Manufaktur yang mulai gerah, namun hanya 25.000 pekerja yang di-PHK sejak November 2008. Moody’s, lembaga kredit rating, memberi Indonesia rating yang “stabil” dalam laporan tahunan minggu ini.

Klik di sini untuk membaca artikel lengkap.

Bookmark and Share

Iklan
%d blogger menyukai ini: