Model VAR & VECM


Dalam suatu modelling bila kita tidak yakin apakah suatu variabel eksogen atau endogen, maka utk pembentukan model yg melibatkan banyak variabel sebaiknya memperlakukan semua variabel menjadi variabel endogen (Sim, 1980).

Vector Auto Regression (VAR) adalah model yg memperlakukan setiap variabel dlm model secara simetris, artinya: variabel yg ada di RHS juga ada di LHS

Estimasi model VAR mengharus data series harus stasioner. Namun, bagaimana jika data series tersebut non-stasioner? apakah persoalan spurius akan muncul?

Dengan Model VECM (vector error corection model) dapat digunakan walupun data series tersebut non-stasioner asal ter-kointegrasi (punya hubungan jangka panjang atau terjadi ekulibrium).

Materi lebih lengkap klik disini.

31 Tanggapan

  1. Apakah bapak mengetahui cara mengestimasi model menggunakan metode Vektor moving average? Mohon balasannya karena saya sangat memerlukan materi ini sebagai bahan TA saya. Terima Kasih🙂

    • Mba Dhesta, sudah saya jawab Blog ini. Silahkan dikunjungi.

  2. mau numpang nanya pak ,
    analisis VECM kan biasanya di pakai dalam kajian moneter..
    nah saya menggunakan VECM dalam mengkaji faktor2 yg mempengaruhi ekspor karet alam indonesia.saya mau melihat pengaruh faktor dalam jangka pjng dan pendek nya,,apakah analisis saya sudah sesuai??
    hasil estimasi menggunakan E-Views 6 sampai sejauh ini IRF nya baru stabil pada periode diatas 50..untuk sebuah faktor2 seperti harga karet alam dan sintetis, produksi karet alam, harga minyak, dan kurs,saya kira periode tersebut terlalu lama..apakah saya harus ganti analisis??terima kasih sebelumnya pak..

    • @Aga,

      Ass.

      Saya perlu klarifikasi:
      1. Apakah sewaktu Uji Johansen sudah gunakan lag 1 atau 2 atau maksimum 3.
      2. Apakah Pilihan model spesifikasi (1-5) sewaktu uji johansen sudah sesuai? (caranya pilih dulu poin 6 summary- lihat trace & maxEig yang besar itulah modelnya (kecuali tak usah dipilih yang kudratik).
      3. Seaktu mengstimasi VEC, coba-coba lagnya 1 s/d 3 …. 5. Namun pilih lag yang sesuai dengan melihat Lag Structure: (a) Lag Exclution test (buang lag yang tidak signifikan pada Joint atau (b) AR root Graph (titik titik nya jangan terlalu mendekati batas luar lingkaran- apalagi sampai keluar!).

      Bila semua langkah-langkah tersebut sudah dilakukan dan hasilnya belum sesuai yang diharapkan. Mungkin Anda Coba dengan VAR (analisi jangka pendek saja), mudah mudahan sesuai dengan yang diharapkan.

      Wass.

  3. wass..
    1.sewaktu uji johansen sudah menggunakan lag maksimum,caranya dgn uji coba lag smp batas e-views tidak mampu mengestimasi kan pak (insufficient number of observation tulisannya) saya dapet lag maksimum 5,namun pada AR root table nilai modulus ada yg lebih dari 1,saya coba lag 4 baru stabil.(nilai modulus kurang dari 1) (ini yg di uji variabel 1st diff)
    2.saya sudah pake summary,di AIC san SC sewaktu saya periksa ada di 2 dan 3
    saya masih belum mengerti sepenuhnya dalam membaca trace(saya menggunakan panduan pdf ekonometrika dari UI) namun disana tidak dijelaskan cara memilih trace yg optimal. o ya pak, yang di uji VECM variabel yang level kan??bukan yang first difference??
    3.sewaktu di uji VECM, lag yg keluar lag 2 dan 4,namun sst saya bandingkan adj.R.squarednya lebih besar lag 2 (menurut pdf nya dipakai lag yg pny adj.R.Squared lebih besar) tp saat saya cek AR root table,nilai modulus lebih dari 1 pada lag2,demikian juga pada lag 4.

    demikian hasil analisa saya pak..saya binggung dgn hasil nya, IRF baru stabil pada periode 80an untuk semua variabel.

    info : saya pake 5 variabel dengan periode 1971-2008

    • @Aga,

      Ass.

      1. Sewaktu Cointegration test/ Johansen (View–> Cointegration test) pilih poin (6) summary dan isi lag interval 2 atau 3 (maksimum 3!!!!) dan akan terlihat hasil misalkan:

      Data Trend: None None Linear Linear Quadratic
      Test Type No Intercept Intercept Intercept Intercept Intercept
      No Trend No Trend No Trend Trend Trend
      Trace 0 1 2 1 2
      Max-Eig 0 0 0 0 0

      Pilih model (1-5) yang memberikan trace atau Max-Eig yang paling besar (kecuali model 5: Quadratic jangan dipilih krn jarang terjadi) yaitu model 3 (kinier intrcep no trend). Kemudian ulangi lagi Cointegration test dengan memilih model (3) bukan (6) dan pilih lag intervalnya sesuai dengan test sebelumnya. Kemudian akan menghasilkan jumlah vektro yang terkointegrasi mis: none* dan at most 1* maka vektor yang terkointegrasi adalah 2 (ada keterangan juga dibawah tabel tsb berapa vektor yang terkointegrasi.

      2. Untuk estimasi model VEC (Proc–> Make vector autoregression–> Basic–>pilih VEC) dan jangan lupa masukan nilai jumlah vektor yang terkointegrasi (hasil dari step 1, misal contoh diatas nilainya 2) dan juga model spesifikasi model 3 sesuai dg hasil step 1 tsb. Dan Balik lagi ke menu Basic, pilih lag interval coba – coba misal 1-5 dan dan pemilihan lag yang sesuai berdasarkan AIC atau SC. Setelah terpilh lag yang sesuai, chek stabilitas (stasioneritas) nya dari AR Root Graph/ table.

      Cat: Sewaktu estimasi VEC data-nya dalam level.

      Jadi Coba lagi ke dua step diatas.

      Jika Hasilnya masih tak sesuai yang diharapkan, coba:

      1. Pisahkan data Anda dua kelompok sebelum dan sesudah krisis ekonomi (yang jelas variabel exchange rate ada struktural break) dan masing-masing kedua kelompok data di-run model VEC nya. Jadi dapat dua model.

      atau:

      2. Data tak perlu dikelompokan, namun tambahkan gunakan Dummy (0=sebelum krismon, 1=sesudah krismon).

      Was.

  4. Dear P.Sanjoyo, mohon pencerahan, saya menggunakan VAR dg 5 variabel endogen. hasil uji akar unit, semua stasioner tp pd derajat integrasi yg berbeda (ada yg level dan 1st diff). uji kointegrasi none* atau 1 vektor terkointegrasi. apakah wajib hukumnya menggunakan VECM? Thanks

    • Ass. Mas Vigaro,
      Ya, 1 vektor terkointergra merupakan hubungan jangkan panjang. Paling pas setting lah urutan variabel sesuai dengan persamaan struktural-nya.

      Wass.

  5. Ass Pak Sanjoyo,
    Pak, saya sedang mengerjakan skripsi saya tentang Pemodelan threshold VAR (TVAR) namun saya bingung ketika harus memasukkan variabel dummy pada VAR.
    Apakah di software Eviews bisa menganalisis model VAR dengan memasukkan variabel dummy? Apabila bisa, bagaimana caranya?
    Apabila tidak bisa, apakah saya harus membuat macro/ program sendiri?

    Terima kasih sebelumnya..
    Wass

    • @Shinta,
      Eview bisa mengestimasi model VAR dan bisa memasukan variabel Dummy (lihat pojok bawah) sewaktu Anda estimasi Var pada Eviews.

      Untuk hitung VAR di eview tak perlu pakai program (kecuali melakukan simulasi), tingal klik-klik aja.

      Wass.

  6. untuk pendugaan parameter model VAR saya menggunakan SUR, kemudian bagaimana caranya jika saya harus memasukkan dummy, apakah bisa di eviews 4? bagaimana langkah2nya Pak?
    Mohon bantuannya..Terima kasih

    • @Shita,
      Cara memasukan dummy varibel adalah masukan variabel dummy (pojok bawah) sewaktu Anda estimasi VAR. Sudah barang tentu Anda buat var dummny dalam workfile tersebut.

      wasss.

  7. mohon maaf Pak jika saya bertanya lagi..
    ketika saya estimasi VAR, kan saya harus memasukkan variabel2 dalam data saya ke Endogenous Variables
    kemudian pada Exogenous Variables terdapat c yang tidak bisa di hilangkan, kemudian ketika saya memasukkan dummy bernilai 0 atau 1, mengapa model tidak dapat di estimasi, terdapat tulisan Near Singular Matrix dan model VAR dengan dummy tidak dapat di estimasi, mengapa begitu Pak? mohon penjelasan lebih detail tentang pendugaan parameter VAR dengan dummy variable..

    Terima kasih sebelumnya

    • Ya, kemungkinan terjadi kombinasi linier dengan konstanta-c atau variabel lainnya. Perlu di-cek- kembali.

      Was.

  8. Mohon maaf Pak,
    ketika estimasi model VAR bukannya menggunakan unresticted VAR? tetapi untuk unrestricted VAR saya tidak dapat memasukkan dummy.. begitu juga pada VEC
    mohon bantuannya..

    • @Shita,

      Apakah sudah dibuat series dummynya?

      Wass.

  9. sudah Pak, tetapi tetap tidak bisa
    ketika pada kolom Exogenous Variables saya isikan series dummy, tetap muncul tulisan “Near Singular Matrix”
    Mohon petunjuknya, Pak
    Ini sangat penting bagi kelanjutan skripsi saya
    Terima kasih sebelumnya

  10. Pak, maaf bertanya lagi…
    kegagalan saya terjadi ketika saya memasukkan series dummy yang bernilai 0, jika di masukkan series dummy bernilai 1, outputnya bisa keluar.
    Kira2 apa penyebabnya Pak. Mohon petunjuknya.
    Terima kasih sebelumnya

    • @Shita,
      Nilai dummy tersebut bernilai 1 dan 0, misalnya laki-laki=1, perempuan=0, bukankah begitu?

      Wass.

  11. ass pak sanjoyo
    saya hanif pak..
    apakah var jg harus memenuhi asumsi klasik terlebih dahulu pak? apakah uji t untuk membuktikan hipotesis perlu dilakukan mengingat sudah ada uji kausalitas…
    trims pak
    wss…

  12. pak, saya mhsiswi yg sedang mncari judul utk TA. sya tertarik ingin mengetahui bagaimna hubungan jangka panjang dan jangka pendek volume penjulan suatu perusahaan.
    nah…bisakah sya meminta materi ttg VAR dan VECM itu??
    beserta softwear E-views???

    atau adakah metode lain yg bsa digunakan utk mngetahui hub.jangka panjang dan jangka pendek selain VAR dan VECM?

    mksi seblmnya pak….

  13. Selamat sore pak Sanjoyo
    Saya sedang kausalitas antara harga sahm, kurs dan ekspektasi inflasi dengan menggunakan VAR
    Pertanyaan saya
    1. Ternyata model VECM tidak stabil, bagaimana menytabilkannya?
    2. Ada yang bilang itu mungkin karena perilaku data (kurs dan harga saham bersifat stok sedangkan ekspektasi inflasi flow) sehingga data harus ditransformasi.
    Bgaimana teknik transformasi data dengn emnggunakan eviews?

    Terima kasih pah
    Hormat
    Fauzi

  14. Ass pak sanjoyo,
    Saya sedang meregres dengan data panel.
    Setelh melalui tahapan peniliaian model, terpilih Random efect.
    Apakah setelah itu tetap harus diuji dengan asumsi klasik?
    Bagaimana langkah2nya untuk uji asumsi klasik data panel dengan eviews 6 ?
    Demikian dari saya rerima kasih

    Wassalam

    atiek

  15. assalamu’alaikum
    pak sanjoyo saya mau bertanya tentang outut Eviews, sebenarnya untuk mendapatkan koefisien ECT harus diperolah dari mana dalam eviews? apakah masih harus menghitung manual atau sudah tersedia di sana?terima kasih banyak pak.

    wassalamu’alaikum w w

    • @Nanda,

      Kalau yang dimaksud ECM, tulis saja persamaan sesuai dengan model ECM. Coba lihat Materi Ekonometrika di blog ini tentang time sereis.

      Wasalam
      sanjoyo

  16. Sore Pak Sanjoyo,
    saya sedang membuat proposal tentang Threshold cointegrasi VAR (TVAR / TVECM) Bivariate dengan dua threshold. Bagaimana menentukan threshold (threshold identification yg 1 dan 2), agak membingungkan apakah threshold itu dalam waktu atau ambang batas salah satu variabel?
    Terimakasih

    salam hormat,
    Heri P.

  17. pk punten mw bertanya, bagaimana cara penulisan dummy variabel pd estimasi VAR jika dummy krisis yaitu 0 untuk sebelum krisis dan 1 setelah krisis..
    trmaskh ya pk

  18. sore bapak sanjoyo..
    saya adalah mahasiswa tingkat akhir yg sedang menyusun skripsi yang bertemakan cadangan devisa…dan untu pengolahannya saya menggunakan metode vecm..namun dalam pengolahannya saya mengalami beberapa kesulitan bapak,,dan untuk itu saya mohon kepada bapak sekiranya untuk dapat membantu beberapa permasalahan yang saya temukan ini yang diantaranya:
    1)data saya menggunakan 5 variabel diantaranya foreign reserves,,gdp,,current account,,exchange rate dan inflation..dan pengolahan menggunakan metode vecm sudah sampe penentuan selang optimal..stelah itu saya kesulitan cara memahami tentang intepretasi dari uji kointegrasion johansen ini pak..tolong dibantu bapak mengenai interpretasinya ini,,kpon data tersebut mengalami kointegrasi atau tidak..hal itu dilihat dari apanya??
    2)selanjutnya tentang pengisian lag optimal pada uji kointegrasion johansen apakah menggunakan hasil pengujian selang optimal sebelumnya??uji saya menjukkan selang optimalnya 7,,brati apakag selang itu yg di pakai dlm kointegrasion johansen??
    3)dan setelah itu hasil kointegrasi johansen digugunakan untuk apa??
    4)dan setelah tahapan uji kointegrasi selanjutnya tahapan apa yg harus dilewati??
    mohon bantuannya untuk beberapa pertanyaan ini pak,,dan saya mau tanya apakah bpak mempunyai modul pengolahan metode vecm dengan eviews??kl pnya mohon saya di share ya bpak,,terima kasih sebelumnya,,bantuan bapak sabgat saya tunggu..
    salam..

  19. selamat pagi pak, nama saya rudi. saya ingin bertanya. pada hasil estimasi vecm terdapat hasil estimasi jangka panjang dan jangka pendek. dimana dalam jangka panjang muncul yang namanya @TREND selain nama variabel yang saya gunakan. yang ingin saya tanyakan arti dari @TREND tersebut apa pak?

  20. assalamualaikum
    maaf mau tanya pak, tentang uji kointegrasi johansen, bapak mengatakan di tanggapan ke-2 bapak bhwa maksimal lag interval yg digunakan adalah 3.. Boleh saya tahun referensinya pak??
    terimakasih..
    wassalam…

  21. assalamualaikum pak, saya mutia.
    saya mau bertanya apakah var ini salah satu metode yang bisa digunakan untuk melakukan peramalan, dan saya mau minta langkah-langkah melakukan metode var ini pak?

    saya harap bapak bisa membantu saya
    terima kasih banyak pak sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s