Perkembangan Ekonomi Tiongkok


Perekonomi Tiongkok mulai membaik, ditopang oleh sektor konstruksi dan real estate. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok 6,7% (yoy) pada triwulan I 2016. Pertumbuhan sektor konstruksi dan real estate melebihi sektor lain masing-masing 7,8% dan 9,1%. Sementara itu, Fixed Asset Investment(FAI) terakselerasi pada Maret 16 menjadi 10,7% (yoy) (Grafik 4). Pertumbuhan kuat pada sektor korporasi dan rumah tangga. Namun, peran konsumsi yang kuat dan beberapa indikator lain yang masih lemah (antara lain retail sales dan inventory) mengindikasikan pemulihan ekonomi Tiongkok masih berisiko.

grafik_4-tiongkok

 

Intro…..

Pada beberapa tahun terakhir China telah melaksanakan ferormasi sistem ekonomi pasar sosialis (kepemilikan public) membuka ekonomi kapitalis yang ditunjukkan oleh menurunnya jumlah perusahaan negara dari 102.300 buah menjadi 46.800. Sedangkan jumlah perusahaan swasta meningkat dari 90.000 buah menjadi lebih dari 2 juta buah antara tahun 1989 sampai 2001. Hal ini sesuai dengan tuntutan mempertimbangkan secara menyeluruh perkembangan kota dan desa, perkembangan regional, perkembangan sosial dan ekonomi, perkembangan harmonis antara manusia dan alam, serta perkembangan di dalam negari dan keterbukaan terhadap dunia luar, mengembangkan peranan dasar pasar dalam alokasi sumber daya, meningkatkan vitalitas dan daya saing perusahaan, menyempurnakan pengontrolan makro negara, menyempurnakan fungsi pemerintah di bidang pengelolaan sosial dan layanan umum, dan memberikan jaminan sistem yang kuat kepada pembangunan masyarakat cukup sejahtera secara menyeluruh.

China berusaha menyempurnakan sistem pokok ekonomi di mana ekonomi milik negara merupakan bagian utama dan ekonomi multi kepemilikan berkembang bersama, mendirikan sistem yang menguntungkan untuk mengubah struktur ekonomi dualis antara kota dan desa, membentuk mekanisme yang mendorong perkembangan harmonis ekonomi regional, membangun sistem pasar modern yang seragam, terbuka dan bersaing secara tertib, menyempurnakan sistem pengontrolan makro, sistem pengelolaan administrasi dan sistem hukum ekonomi, menyempurnakan sistem penempatan kerja, distribusi pendapatan dan jaminan sosial, dan mendirikan mekanisme yang mendorong perkembangan yang berkelanjutan di bidang ekonomi dan sosial. Dengan adanya data seperti diatas maka china dapat digolongkan ke dalam Negara yang juga menganut sistem perekonomian sosialis.

Sekarang China juga sedang membuka pasar ekonomi bebas, yang artinya mereka membuka perekonomian terhadap perdagangan luar negeri lebih terbuka. Pasar bebas sendiri merupakan ciri dari sistem ekonomi liberalisme atau kapitalisme. Jadi sistem ekonomi China adalah sistem ekonomi campuran antara sosialis, kapitalisme, dan komunisme. Dampaknya bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat China adalah masyarakat dapat mengembangkan inisiatif dan kreatifitas, sehingga masyarakat secara otomatis dapat menjalankan usaha dengan lebih maksimal. Dengan adanya campur tangan pemerintah juga, maka dapat meminimalisir monopoli oleh pihak swasta. Sehingga ekonomi negara juga bisa berjalan stabil dan rakyat juga akan mendapat dampak positif dari hal itu.

 

 

Sumber : https://www.academia.edu/8666211/SISTEM_PEREKONOMIAN_NEGARA_CHINA_REPUBLIK_RAKYAT_TIONGKOK?auto=download

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s