Laporan Ekonomi Triwulanan Indonesia, Oktober 2016: Tekanan Mereda (World Bank)


1. Tingkat kemiskinan R.I. turun sebesar 0,4 persen menjadi 10,9% pada kuartal pertama tahun 2016. Ini adalah penurunan tahunan terbesar dalam tiga tahun terakir. Kebijakan pemerintah yang berkontribusi termasuk upaya menstabilkan harga beras serta perluasan bantuan sosial.
 
2. Pariwisata merupakan sektor yang menjanjikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan sektor ini bisa membantu membuka keran investasi swasta, menciptakan lapangan kerja, menambah ekspor, memandu investasi infrastruktur. Menurut World Travel and Tourism Council, tiap $1 juta yang dibelanjakan untuk sektor travel dan pariwisata bisa mendukung 200 lapangan kerja dan $1,7 juta PDB bagi Indonesia. (World Bank, 2016). 
 
Laporan lengkap dapat diunduh dalam link berikut:
 
Iklan

Kebijakan Moneter dan Aliran Pemikiran Ekonomi


Pengaruh kebijakan moneter terhadap output dan harga merupakan perdebatan yang panjang baik berkaitan segi teoritis maupun empiris. Hal itu tidak terlepas dari perkembangan aliran pemikiran ekonomi dari mulai clasical, neo-clasical, neo-clasical synthesis, new clasical dan new keynesian.

Dalam pandangan Klasik bahwa uang hanya berpengaruh terhadap harga dan tidak terhadap output. Dengan mengunakan analisa general ekulibrium yang memasukan uang ke dalam model menghasilkan money neutrality yang menunjukan uang tidak berpengaruh terhadap keseimbangan pasar.

Di sisi lain, pandangan Keynesian bahwa uang berpengaruh terhadap harga dan output karena adanya rigiditas harga dan penganguran tak sukarela (involuntary unemployment). Pandangan tersebut dimodelkan dengan IS-LM untuk keseimbangan pasar uang dan pasar barang (aggregate demand) serta dan adanya disekuilibrium pasar tenaga kerja pada sektor perusahaan (aggregate supply).

Baca lebih lanjut

Perekonomian Indonesia cukup optimis


Majalah The Economist memberikan penilaian cukup optimis untuk perekonomian Indonesia. Berdasarkan data kuartalan kemunduran perekonomian Indonesia akibat global crisis jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Negara- Negara di Asia Tenggara. Pada tahun 2008 pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan melebihi 6%. Defisit anggaran tahun 2008 sebesar 0,1% dari PDB dan pemerintah telah mengkhususkan $ 3,5 miliar untuk “tax breaks”  dan proyek infrastruktur.

Pada akhir 2008 nilai tukar rupiah terdepresiasi seperlimanya terhadap US dollar, namun telah stabil. Cost of insuring obligasi pemerintah Indonesia untuk kemungkinan default telah menurun tajam. Inflasi, masih berjalan di tingkat tahunan 11%, dan mengalami penurunan. The bank sentral telah memotong suku bunga 1,5 % sehingga menjadi 8,75%. Sebagian besar bank-bank dalam kondisi sehat. Sektor Manufaktur yang mulai gerah, namun hanya 25.000 pekerja yang di-PHK sejak November 2008. Moody’s, lembaga kredit rating, memberi Indonesia rating yang “stabil” dalam laporan tahunan minggu ini.

Klik di sini untuk membaca artikel lengkap.

Bookmark and Share

%d blogger menyukai ini: