New Keynesian Economics (Bagian II)


The Staggering of Prices

Penjelasan New Keynesian tentang sticky prices sering menekankan bahwa tidak semua orang dalam perekonomian menentukan harga pada saat yang sama. Namun, penyesuaian harga sepanjang siklus perekonomian adalah staggered. Proses staggering menyulitkan untuk menetapkan suatu harga oleh karena perusahaan sangat memperhatikan harga produknya dibandingkan dengan perusahaan lain. Proses staggering dapat membuat keselurahan tingkat harga melakukan penyesuaian secara perlahan-lahan, meskupun ketika harga secara individual sering berubah.

Proses penyesuai harga dapat diilustrasikan sebagai berikut. Misalnya, pertama, penetapkan harga yang  disinkronisasikan: setiap perusahaan menyesuaikan harganya pada setiap bulan. Jika suplai uang beredar menigkat dan permintaan agregat meningkat pada 10 Mei, maka output akan lebih tinggi dari 10 Mei ke 1 Juni, karena harga adalah fixed selama interval ini. Namun demikian, pada 1 Juni, semua perusahaan akan menaikkan harga mereka untuk merespon permintaan agregat yang tinggi, yaitu  boom pada tiga minggu terakhir.

Apabila, sekarang dimisalkan penetapan harga adalah staggered: sebagian perusahaan menetapkan harga pada setiap awal bulan dan sebagian lagi pada  hari ke limabelas. Jika suplai uang beredar meningkat pada 10 Mei, maka sebagaian perusahaan-perusahaan dapat menaikkan harga pada 15 Mei dan sebagaian perusahaan-perusahaan lainya tidak akan mengubah harga pada hari kelimabelas. Perbedaan harga relatif ini, akan mengakibatkan sebahagian perusahaan akan kehilangan customers. Oleh sebab itu, sebagian perusahaan yang merubah harga mungkin dengan menaikan harganya tidak banyak. (Ini kontras, jika semua perusahaan melakukan sinkronisasi harga, sehingga tidak berpengaruh pada harga relative). Jika perusahaan yang merubah harga pada 15 Mei dengan penyesuaian harga sedikit, maka pada gilirannya perusahaan lain akan melakukan penyesuaian sedikit juga pada 1 Juni, karena mereka juga ingin menghindari perubahan harga relatif. Tingkat harga akan meningkat secara perlahan sebagai hasil dari kenaikan harga kecil pada awal dan hari kelimabelas setiap bulannya. Oleh karena itu, proses staggering membuat tingkat harga berubah lambat, karena tidak ada perusahaan berkeinginan untuk menjadi yang pertama dalam kenaikan harga yang besar.

Bersambung…..

Sumber:

  • Mankiw, N. Gregory, and David Romer, eds. New Keynesian Economics. 2 vols. Cambridge: MIT Press, 1991.
  • Clarida, Richard, Jordi Gali, and Mark Gertler. “The Science of Monetary Policy: A New Keynesian Perspective.” Journal of Economic Literature 37 (1999): 1661–1707.
  • Goodfriend, Marvin, and Robert King. “The New Neoclassical Synthesis and the Role of Monetary Policy.” In Ben S. Bernanke and Julio Rotemberg, eds., NBER Macroeconomics Annual 1997. Cambridge: MIT Press, 1997. Pp. 231–283.
Iklan

New Keynesian Economics (Bagian I)


New Keynesian economics merupakan school of thought dalam ekonomi makro modern yang berkembang dari ide John Maynard Keynes. Keynes menulis buku  The Theory of Employment, Interest, and Money tahun 1930an, dan pengaruh pemikirannya sangat kuat di kalangan akademisi dan pembuat kebijakan sampai dengan tahun 1960. Namun demikian pada tahun 1970-an, ekonom New Classical seperti Robert Lucas, Thomas J. Sargent, dan Robert Barro mempertanyakan pemikiran dari revolusi Keynesian. Label “New Keynesian”  mengambarkan para ekonom (pada tahun 1980-an) yang merespon dari kritik new classical dengan melakukan penyesuaian aliran original  Keynesian.

Pokok ketidaksepakatan antara ekonom new classical dan new Keynesian adalah seberapa cepat wages dan price melakukan penyesuaian. Para ekonom new classical membangun teori ekonomi makro dengan mengasumsikan bahwa wages dan price adalah fleksibel. Mereka percaya bahwa pada pasar terjadi “market clearing” –keseimbangan supply dan demand- dengan penyesuaian harga yang dengan cepat. Para ekonom New Keynesian percaya bahwa model “market clearing” tidak dapat menjelaskan fluktuasi ekonomi dalam jangka pendek, dan mereka menawarkan model dengan “sticky” wages dan prices. Teori new Keynesian mengacu pada stickiness of wages and prices untuk menjelaskan mengapa terjadi adanya involuntary unemployment dan mengapa kebijakan moneter mempunyai pengaruh yang kuat aktivitas ekonomi.

Tradisi yang panjang dalam ekonomi makro (termasuk kedua perspektif Keynesian dan monetarist) menekankan bahwa kebijakan moneter akan mempengaruhi orang bekerja dan produksi dalam jangka pendek, sebab harga akan merepon sluggishly adanya perubahan dalam money supply. Menurut pandangan ini, jika money supply menurun, orang-orang akan mengurangi pembelanjaan uang dan permintaan barang akan menurun. Karena harga dan upah adalah inflexible dan tidak segera menurun, maka penurunan pengeluaran masyarakat akan  menyebabkan penurunan penurunan produksi dan layoffs pekerja. Ekonom New Classical mengkritisi tardisi isi sebab penjelasan teoritis tentang perilaku penyesuaian harga dan upah yang lambat kurang masuk akal. Banyak penelitian New Keynesian berupaya untuk mengatasi kekurangan ini. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: