Makroekonomi Indonesia


gr_indo1

 

Perkebangam Makroekonomi Indonesia ditandai dengan pertumbuhan pada triwulan I 2016 tercatat rendah sebesar 4,92% (yoy), antara lain, disebabkan oleh konsumsi pemerintah yang tumbuh terbatas. Konsumsi pemerintah turun dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 7,31% (yoy). Penurunan tersebut dipengaruhi oleh pola musiman belanja pemerintah di awal tahun yang masih relatif terbatas. Selain itu, perbaikan investasi juga terbatas yaitu investasi tumbuh melambat menjadi 5,57% (yoy) dari 6,90% (yoy) pada triwulan IV 2015. investasi nonbangunan juga terkontraksi sebesar 0,26% (yoy) dibandingkan dengan pertumbuhan positif sebesar 3,10% (yoy) pada triwulan IV 2015.

Sementara itu, investasi bangunan tumbuh sedikit melambat dari 8,21% (yoy) menjadi 7,67% (yoy) pada triwulan I 2016. Melambatnya investasi bangunan terutama diakibatkan oleh masih terbatasnya investasi bangunan oleh swasta di tengah akselerasi proyek infrastruktur pemerintah. Kondisi ini tercermin dari penjualan semen yang melemah (Grafik 6).

gr6_indo

 

Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh cukup kuat didukung oleh perkembangan harga yang terjaga. Konsumsi rumah tangga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2016. Hal itu tercermin dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang relatif stabil 4,97% (yoy) dari sebelumnya 4,95% (yoy). Kuatnya konsumsi rumah tangga tersebut didorong oleh kenaikan konsumsi nonmakanan, khususnya konsumsi transportasi, sejalan dengan menurunnya harga BBM, dan konsumsi komunikasi.

 

 

Sumber: Bank Indonesia

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s