Estimation Non Linier Model with Genetic Algoritma


Pada umumnya estimasi dalam Model Non Linier mengunakan metoda OLS (Ordinary Least Square) atau ML (Maximum Likelihood) dengan Algoritma Konvesional Gause-Newton; Newton-Rhapson; Marquardt-Levenberg; Berndt, Hall, Hall & Hausman atau Metoda Quadratic-Hill Climbing. Metoda Algoritma tersebut tidak akan menghasilkan global minimum/ maksimum. Dalam paper ini akan menjelaskan pendekatan baru yaitu Genetic Algoritma yang lebih menjamin global Maksimal/ minimal. Simulasi Monte Carlo digunakan untuk menjamin Robusness hasil estimasi. Komputasi yang digunakan dengan menggunakan MATLAB.

Download bila Anda ingin mendapatkan paper lengkap : Genetic Algoritma.pdf

Silahkan “Comment” di bawah ini.

Bookmark and Share

34 Tanggapan

  1. waduh, aku gak mudeng begituan pak…
    ini cuma kunjungan balikaja, hehhe…..
    lam kenal ya pak…

  2. Sanjoyo, hebat masih ngerti statistik dong. Yok tolong kalau ada bahan2 tentang apa aja ttg; Quick Count. Terutama mengenai Model Matematis QC dan tehnik Sampling nya gimana? Kalau Yoyok dan teman di M.liist bisa menjelaskan pada saya terima kasih sekali. Tks Wassalam Setya Dharma S.Pelawai (Tya)

  3. Kang Tya trimaksih kunjungannya di Blog ini. Sudah lama tak bersua, gimana khabar?

    Saya saat ini sedang mendalami di bidang modeling khususnya di bidang ekonomi dan finansial. Mengenai Quick Count saya tidak tahu banyak/ tidak punya bahannya. Tapi pada prinsipnya hal tersebut berkaitan dengan Teknik Sampling. Metoda Sampling yang baik sudah barang tertentu harus karakteristik sample mendekati populasi nya. Secara teoritis bahwa stratified sampling lebih baik dari proporsional sampling dan random sampling.

    Jadi kalau kita dapat mengetahui kelompok- kelompok strata sosial masyarakat (misalnya diperoleh sampling frame dari BPS atau dari lembaga marketing research) dan kita ambil sample nya setiap kelompok strata tersebut maka akan diperoleh karakteristik yang akan menggambarkan populasinya.

    Dengan demikian bilamana Quick Count menggunakan teknik tersebut maka hasil akan sesuai dengan sebenarnya (populasi).

    Salam

    Sanjoyo

  4. Pak Sanjono, Salam kenal

    Saya saya saat ini sedang dalam pengerjaan TA, mengenai forecasting. Prinsipnya adalah memforecast/estimasi data time series dengan algoritma genetik.

    Saya menggunakan smoothing exponensial metode dan dekomposisi klasik pada moving average untuk mendefinisikan fitness.

    Apakah Bapak punya artikel mengenai genetic algorithm time series forecasting ini? Ohya maaf artikelnya saya donlot yaa buat tambahan referensi,

    Terimakasih,
    Fauzan

  5. Mas Fauzan,

    Saya tak punya artikel time series forecasting dengan Genetic Algoritma dan hanya punya peper ini ttg Model Non-liner dengan Genetic Algol.

    Kalau tulisan tentang timeseries ttg smoothing exponensial method saya kira banyak di buku ekonometrika.

    Yang susah saya kira adalah program MATLAB- nya.

    Coba down load Paper : Zheng, Yingsong., Kiyooka, Sumio.(1999),”Genetic Algorithm Applications”. pada site: http://www.me.uvic.ca/~zdong/courses/mech620/GA_App.PDF
    yang mencari fungsi fitnes the Goldstein and Price
    Function dan lengkap dengan MATLAB- nya
    Jadi tinggal diganti saja dengan fungsi fitness Anda yaitu: smooting exponensial.

    Salam

    Sanjoyo

  6. Salam Kenal Pak Sanjoyo

    Saya saat ini sedang menyusun tugas akhir tentang estimasi parameter dari suatu model penyakit dengan menggunakan algoritma genetika. saya mengalami kesulitan mengestimasi parameter pada modelnya dan penerapannya dalam algoritma. Apakah Bapak punya artikel2 tentang estimasi parameter model yang terdiri atas banyak fungsi dengan algoritma genetika?
    Mohon bantuannya ya Pak,
    Terima kasih,
    Kartika

  7. Mba Kartika,

    Saya tidak punya artikel ttg estimasi parameter model terdiri atas banyak fungsi dg Alg Gen.

    Saya hanya mencoba estimasi parameter model untuk model regresi non- linier. Pada umumnya metoda OLS cocok untuk model linier. Jika tidak linier maka digunakan algoritm newton, Marquant dll atau juga dengan Algol Genetik, tapi tetap fungsi fitnes-nya/ objevtive nya satu yaitu: Min sum of square error.

    Demikian juga untuk estimator maximum likelihood dengan algoritma genetik, fungsi fitnes-nya satu yaitu: memaksimumkan likelihood-nya.

    Jadi saya belum mendapatkan artikel yang membahas Algol Gen untuk fungsi objectifnya banyak fungsi.

    Sanjoyo

  8. pak, bisa tolong dikirimkan listing programnya ga? sekalian bentuk fungsi cobb douglas? terima kasih sebelumnya, saya sangat terbantu dg artikel bapak

    • Mas Andri,
      Karena keterbatasan Space (max 3GB) di Blog wordpress.com gratis ini, maka saya posting permintaan source code MATLAB
      Silahkan Download source code MATLAB nya.

      Salam

      Sanjoyo

  9. pak,,saya bisa boleh minta :
    1. pengerjaan/hitungan secara manualnya
    2. cantoh permasalahan dengan fungsi yang lain, beserta hitungan manual dan computer

    • @Andri,

      Ass.
      Coba lihat tulisan saya di klik di sini. Sudah saya taruh contoh program Genetik Algoritma untuk persamaan nonlinier, silahkan dowload programnya. Untuk pengerjaan secara manual saya kira tak mungkin karena sangat komplek, mungkin bisa lilihat ditulisan saya tersebut step-step nya dan hasilnya.

      Wass.

  10. pak.,kegunaan algoritma genetika dalam bidang statistik apa? atau hubungan algoritma genetika dengan statistika apa?
    cari mencari MSE atau SSE dengan algoritma genetika apa?

    • @Andri, Untuk estimasi model regresi non-linier Algol Genetic sangat powerfull, silahkan download materinya.

      Wass.

  11. Pak sanjoyo, sayah sudah mencoba running program tersebut untuk maksimum likelihoodnya tapi kok hasilnya jauh ya? Apa dari sintaxnya musti ada yang diubah? saya hanya mengedit fungsi S pada sbcd.m dengan fungsi likelihoodnya, terus juga di file nextpopu.m di bagian rescaling the fitness. Tapi hasilnya masih jauh… Kalo bisa mohon sintax maksimum likelihoodnya dikirim ke alamat email saya.
    Saya sedang sangat membutuhkan. Terima Kasih…

    • @Firdaus,

      Lihat di blog Ekonometrik sudah taruh disitu programnya.

      Wass

  12. pak.,kenapa untuk file S, baik sbcd dan lcd selalu seperti ini :

    ??? Input argument “input” is undefined.

    Error in ==> lcd at 40
    b1 = input(1);

    • @Andri,
      Coba lihat sumber tulisan : Zheng, Yingsong., Kiyooka, Sumio.(1999),”Genetic Algorithm Applications:
      Assignment #2 for Dr.Z.Dong”.

    • @Andri,
      Coba lihat sumber tulisan : Zheng, Yingsong., Kiyooka, Sumio.(1999),”Genetic Algorithm Applications:
      Assignment #2 for Dr.Z.Dong”.

    • @Andri,
      Coba lihat sumber tulisan : Zheng, Yingsong., Kiyooka, Sumio.(1999),”Genetic Algorithm Applications:
      Assignment #2 for Dr.Z.Dong”.

    • @Andri,
      Coba lihat sumber tulisan : Zheng, Yingsong., Kiyooka, Sumio.(1999),”Genetic Algorithm Applications:
      Assignment #2 for Dr.Z.Dong”.

  13. untuk :
    evalpopu;
    ??? Input argument “popu” is undefined.

    Error in ==> evalpopu at 11
    pop_n = size(popu, 1);

  14. untuk
    evaleach;
    ??? Input argument “string” is undefined.

    Error in ==> evaleach at 9
    var_n = length(string)/bit_n;

  15. untuk :
    bit2num;
    ??? Input argument “bit” is undefined.

    Error in ==> bit2num at 13
    integer = polyval(bit, 2);

    tolong jelaskan beberapa kesalahan tersebut? apa yg harus diperbaiki?

  16. untuk :
    nextpopu;
    ??? Input argument “popu” is undefined.

    Error in ==> nextpopu at 3
    new_popu = popu;

    • @Andri,
      Coba lihat sumber tulisan : Zheng, Yingsong., Kiyooka, Sumio.(1999),”Genetic Algorithm Applications:
      Assignment #2 for Dr.Z.Dong”.

  17. terima kasih pak, setelah saya cek ternyata masih ada yang perlu diubah. Programnya sekarang sudah bisa saya jalankan baik untuk pendugaan dengan least square atau dengan maksimum likelihood dan hasilnya cukup memuaskan karena saya juga membandingkan dengan hasil yang didapat menggunakan metode marquardt-levenberg.

    • @Firdaus, Good Luck! Jika Anda ingin berbagi program MATLAB dengan semua pengunjung, silahkan posting program Anda di Blog ini.

      Wass.

  18. untuk @ firdaus.,boleh dunk minta di posting programnya yang sudah di edit?

    untuk pak sanjoyo.,refrensi tentang AIC dan SC sumbernya darimana pak?.,buat pembelajaran aja

    • @Andri, Hallo, Mas Firdaus ada teman yang minta posting Program Matlabnya. Penghitungan AIC , SC banyak buku, slah satunya lihat Enders, Applied Economtric Time Series.

      Wass.

  19. pak mau tanya :
    1. alasan pengambilan jumlag generasi, probabilitas mutasi, crosover dan jumlah bit nya segitu kenapa?
    2. dari mana kita bisa tau bahwa hasil tersebut sudah mencapai global optimum?

    • @Andri,
      Coba lihat di paper saya tersebut.

      Wass.

  20. salam kenal pak!mw tx, dimana saya bisa dapet bahan tentang regresi robust metode least median square persi indonesia?saya kebingungan cari bahannya!!

  21. Pak, file matlab untuk fungsi CES seperti apa ya?
    Terima kasih…
    @ Andri
    File yang sudah saya edit hasilnya sama seperti pada MLCD. Download saja file MLCD di atas…

  22. salam kenal pa….saya sedang lagi nyusun skripsi ttg regresi Poisson dan generalized Poisson I, apakh bpk punya listing / listing contoh pengestimasian parameter regresi Poisson dan generalized Poisson I dengan MLE….terima ksh sblmnya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s